konveksi celana jeans

Yuk, Intip Proses Pencucian Celana Jeans Sebelum Layak Dijual

 

Siapa yang tidak tahu celana jeans? Tentunya, hampir setiap dari kita suka mengenakan celana yang terkenal tahan kusut dan kotor ini. Bahkan beberapa memiliki anggapan bahwa semakin kotor atau semakin “belel”, justru akan semakin terlihat keindahannya. Anggapan itu memang tidak sepenuhnya salah. Dulu celana jeans hanya dibuat polos, namun sekarang ada banyak corak dan motif yang dibuat melalui teknik pencucian. Hal itu, semata dilakukan oleh produsen untuk memberi kesan berbeda kepada produk jeans mereka, sesuai dengan keinginan konsumen.

  1. Raw

Ini adalah tipe celana jeans yang tidak mengalami treatment atau teknik teknik pencucian apapun.

  1. Selvage

Ini masih dapat digolongkan sebagai Raw, namun selvage ini adalah tipe premiumnya. Teknik ini menghasilkan tenunan yang lebih kuat dan rapat sehingga harganya pun jauh lebih mahal.

  1. Stone wash

Ini adalah teknik pencucian yang menggunakan batu besar yang membuat bahan jeans menjadi lebih kasar. Dalam teknik ini, bahan ditempatkan di dalam mesin cuci industry yang telah diisi batu – batu besar secara horizontal. Ketika berputar, bahan akan ditumbuk secara otomatis oleh batu – batu tersebut yang kemudian akan memunculkan efek pudar.

  1. Acid wash

Ini adalah teknik pencucian menggunakan chlorine atau batu apung yang membuat denim memudar atau bahkan memutih. Teknik ini diperkenalkan oleh Rifle dan populer di tahun 80-an.

  1. Whiskers

Ini adalah efek yang muncul dengan sendirinya ketika jeans dipakai dalam waktu lama. Kini, efek whiskers ini bias didapat dengan penggunaan bahan kimia tertentu atau alat bantu khusus sehingga guratan putih yang muncul lebih berkualitas.

  1. Combs

Ini adalah efek yang muncul di belakang lutut berupa garis – garis atau guratan putih.

  1. Stacks

Ini adalah sebutan untuk kerutan yang muncul di belakang tumit. Efek ini akan muncul pada jeans yang melebihi panjang kaki. Efek stacks saat ini bias dimunculkan melalui teknik pencucian dengan bahan kimia.


Dec 20, 2014 | Category: Blog | Comments: none | Tags: , , , ,

 


Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *